Tampilkan postingan dengan label tentang hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tentang hati. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Mei 2012

Selamanya Cinta - Kireina Enno

bahagia itu sederhana~ duduk diam bersamamu saja telah membuatku bahagia. bersamamu membuat hari-hariku penuh warna. begitukah makna sahabat, seseorang yang membuatmu rindu, membuatmu tersenyum diam-diam ketika mengingatnya? ataukah aku telah jatuh cinta kepadamu- dalam kebersamaan hari-hari kita?

Namun jika cinta membuat kita luka dan membuat kehilanganmu. aku memilih menyimpan cintaku di relung hati paling jauh. dan luka, biarkan ia pun tersimpan di hati. dengan begitu, kau akan tetap disisiku bukan?
ah, nyatanya? kau tetap menjelma kehilangan dalam kisah kita. entah bagaimana, aku pun kehilangan bahagia.

kau, ditakdir manakah kita bisa bertemu kembali?
aku menunggumu....

Kamis, 24 Mei 2012

Beautiful Mistake

Mencintaimu bukanlah sesuatu yang kuharapkan terjadi.
Aku tak ingin harapan datang lagi, berkunjung di hati, diam untuk beberapa waktu, lalu meninggalkanku dalam kesedihan berlipat-lipat.

Aku tahu pasti ini kesalahan yang seharusnya tidak boleh terjadi.

Tapi kau hanya memelukku, tanpa suara. Menggenggam tanganku erat seolah tak ingin melepasnya lagi. Dan sebelum aku berhasil menyangkal cintamu lagi, aku menyadari kau meninggalkan sesuatu di tanganku. Sesuatu yang kukenali sebagai... harapan.

Dan, kali ini, aku ingin menggenggamnya, memilikinya sekalipun seandainya itu salah.

Rabu, 16 Mei 2012

the voice of my deepest heart


should be as long is this to remove him from my heart??
why is it so hard to replace it
This was several years passed
however, I do not understand
This
feeling was so strong
I often wished I could turn back the time
I would not choose
I
do not want to know ..

Minggu, 13 Mei 2012

kebimbangan~


Disini ku tak sendiri
namun karena ku menanti
bukan tak ada hati yang ingin memasuki
tapi pintu hatiku yang masih terkunci…

lalu bagaimana?
logikaku meminta untuk menyerah
tapi jiwaku bertahan setia

aku bimbang di persimpangan rasa
haruskah ku lari atau tetap bertahan disini..

Minggu, 29 April 2012

Here, After


Suatu saat cinta itu pernah ada,
Dan aku melihatnya pergi tanpa sempat kucegah sama sekali
Sejak itu, hari-hari terasa sulit untuk dijalani
Aku bahkan sulit untuk tersenyum pada bayanganku sendiri karena saat itu aku tahu,
hanya aku sendiri yang terlihat di situ
Meskipun kedengarannya tak masuk akal
sering aku berharap bisa membalikkan waktu
Aku bahkan bersedia memberi apa saja
supaya bisa mengucapkan apa yang selama ini terpendam begitu saja di hati
Suatu saat cinta itu pergi
Menyisakan sejuta penyesalan karena tak cukup sigap menahannya tetap berada di sini....

Kamis, 12 April 2012

sebuah puisi untuk calon imam

Duhai Engkau yang jauh disana…
Biar tidak pernah bertemu mata..
Tidak pernah bersua bersama..
Tidak mengungkap janji azimat yang nista..
Tidak juga bermadah cinta..
Kerana itu bukanlah utama dalam membina mahligai bahagia..
Cukuplah kata-kata yang membawa kita mengingat Allah..
Cukuplah nasihat serta teguran yang membuat kita lebih mendekati Yang Maha Esa..
Cukuplah diriku tahu dirimu punya iman dan agama..
Hati kita Allah yang punya..
Hati kita Allah yang jaga..
Hati kita Allah tahu segalanya..
Dan Allah mampu membolak-balikan hati hamba-hambaNya..
Jika benar engkau yang tlah Allah pilihkan untukku..
Jagalah hatimu untukku yang akan menjadi pendamping hidupmu kelak..
Sepertimana aku juga sedang menjaga hatiku untukmu karenaNya..
Maka berdo’alah karena itu senjata kita..
Andai takdir hidup bersama pasti Allah akan mempermudah jalannya..
Aamiin insya Allah..
Teruntuk sang pangeran sholeh
Jemput aku datang ketika saatnya tiba ^_^

Sabtu, 07 April 2012

Hati Memilih



Seperti air mengalir, cinta pun mengalir menuju muaranya: keikhlasan.

Kita tak mampu memilih cinta mana yang hadir dalam cerita perjalanan kita. Kita yang Dia kirim, kita pun tak bisa memilah hanya cinta dan tawa—tanpa masa lalu, tanpa air mata, dan tanpa luka.

Katanya, cinta tidak pernah mengajarkan kita untuk menjadi lemah. Tak peduli siapa yang lebih mencintai, jika cinta itu mampu menguatkan dan mendorong kita untuk ikhlas menghadapi apa pun, itulah cinta yang harus kita pilih.

Namun, bagaimana jika memang lebih baik kau bersama orang yang mencintaimu ketimbang orang yang kau cintai? Bagaimana jika tetap berdiri di titik semula adalah hal terbaik untuk yang disebut hari depan?

Biarkanlah, biarkan hati yang memilih—hatimu, hatiku.

NB: Resensi buku “Hati Memilih” by Riawani Elyta

Senin, 05 Desember 2011

Cintailah Ia dalam Diam


Penulis : Elly Kartika Sari

Bukan karena membenci kehadirannya, bukan tak ingin membicarakannya, bukan karena lemah menghadapinya. Hanya saja diam adalah sikap yang kupunya.

Karena cinta tak harus dijauhi, karena cinta tak harus mengata, karena cinta tidak berwujud. Jika belum jelas bagaimana jadinya. Cintailah ia dalam diam, karena dengan itu kau bisa menjaga rasa.

Bukan karena membenci kehadirannya, layaknya bintang di langit yang indah bila dipandang dari atas bumi itu, sebab hadirmu menjadi coba saat kau dekat di sini.

Cukuplah dari kejauhan itu, aku mencintaimu. Untuk rasa syukur akan perasaan itu, cukup dengan menjaganya, tidak dipupuk dengan kata sayang yang menggoyahkan imanmu, atau seutas kata rindu yang membelenggu harimu dan hariku, sesederhana hembusan angin yang menyimpan potensi topan jika tak dijaga.

Hanya dengan kesederhanaan, cintailah ia, karena tiada yang tahu bagaimana rencana-Nya, mungkin saja rasa ini akan melapuk atau membeku dengan perlahan.

Karena hati mudah dibolak-balikan, serahkan cinta yang tiada sanggup dihalalkan itu pada yang Memberi dan Memilikinya. Biarkan Ia yang mengatur semuanya, hingga keindahan itu datang pada waktunya, dan ikhlaslah dalam cinta.

Cukup cintai ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan, sebab cinta harus mengerti, bagaimana ia harus ditempatkan dalam waktu.

Kamis, 01 Desember 2011

~ketika wanita menangis karenamu~

Ketika seorang wanita itu menangis di hadapanmu, itu berarti dia tak dapat menahannya lagi.

Ketika kamu memegang tangannya saat dia menangis,
dia akan tinggal bersamamu
sepanjang hidupmu.

Ketika seorang wanita menangis karenamu. Tolong jangan mempersiakannya. Mungkin karena keputusanmu, kau merusakkan kehidupannya.

Saat dia menangis di depanmu, saat dia menangis
karenamu, lihatlah matanya….dapatkah kau lihat dan rasakan sakit yang dirasakannya??

ketika kamu membiarkannya
pergi, dia tidak akan pernah
kembali lagi menjadi dirinya yang dulu. Selamanya….

Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah, kecuali di depan orang yang amat dia sayangi.

Jagalah perasaannya dan cintailah sepenuh hatimu karna Allah, sewaktu ia takut dan sendiri, Hapuslah air matanya, ketika ia merintih dan menangis, buatlah ia tersenyum, di saat ia bersedih dan kecewa rasakanlah kesedihannya

ketika ia berduka dan janganlah kau membuat hatinya hancur dan terluka,karena pada suatu saat nanti engkau akan sadar, betapa pentingnya ia saat ia telah pergi dari hatimu untuk selamanya...

Selasa, 01 November 2011

Hilanglah bersama ombak...


Hari ini, ku buang semua kenangan dari kisah yang telah usang itu..

Mungkin kemarin aku terlalu bodoh masih menyimpannya ..

masih slalu berharap dan membayangkan kau akan kembali datang..

Tapi setelah ku tahu kau telah bersama dengan yang lain..

Kini ku benar benar tak ingin menyimpannya lagi..

Tak ingin ku mengenangmu lagi lewat semua benda itu..

Dan hari ini ku buang semua kenangan itu..

Ku pastikan tenggelam hilang bersama ombak..

Dengan begitu takan ada sesuatu yang bisa mengingatkan ku padamu..

Dan ku sangat harap seiring berjalannya waktu cinta ini pun akan hilang ..

Selamat tinggal cinta yang lalu..

Selamat datang cinta yang baru.. ^^

Batu Karas, 28 Oktober 2011

Minggu, 19 Juni 2011

mengingatmu lagi


hari ini 19 juni 20011

aku mencoba lagi membuka kotak pink itu..entah kenapa hari ini aku teringat lagi dia yang jauh disana...apalagi ditambah tadi malam aku memimpikannya lagi.. ku tatap ketiga benda yang ada dalam kotak pink itu, kalung berliontin cincin, gelang dan gantungan love yang tak ada pasangannya. ya, semua benda itu pemberian darinya..hati ini mulai bersedih lagi huftt..ku berkata pada hatiku.."tunggu sampai semua ini aus, baru aku bisa melupakannya" hmmmm dipikir pikir bodoh sekali aku berfikiran seperti itu! ditambah bodohnya lagi kubuka kartu perdana pemberiannya yang sudah tak aktif lagi, ku aktifkan lagi kartu itu dan ku baca semua smsnya..air mataku meleleh lagi tak bisa kubendung rasanya..membacanya begitu menyesakan hati..bodoh sekali!! aku telah menyakiti hatiku lagi!
"go ahead nev don't look at the past! Moving on!! open your heart for other man! you will find the right man! believe it! kata kata semangat itu ku yakinkan pada hatiku! yaa aku harus melupakannya!ingin sekali kubuang semua benda-benda itu tapi ga bisa aja..mungkin terlalu berhargakah?? ahh tidak juga! tapi mengapa aku masih menyimpannya?? apa mau ku kenang selamanya atau aku harus membuangnnya agar aku benar benar melupakannya??!! sungguh dilema plus kegalauan yang tak pernah berujung..
astagfirullah..yaa Rabbi..ampunilah rasaku ini...

Minggu, 15 Mei 2011

(re-post from my diary)

***
I sometimes think that there still hope?

I hope your love will be back and touch my life again although just a moment but I hope forever..

But the fact is just wasted my time waiting in you who uncertain..

And now I realize..
It turns out you were gone forever..
leave all memories that I cannot forget..

Kamis, 30 Desember 2010

In my solitude

Ketika malam menyelimuti sepiku..
Basahkan mata diatas sajadah lusuh..
Berharap..berharap..
Allah segera mengijabah do’a ku..
Dan saat mentari menyapa dalam kehangatannya..
Do’a pun tak pernah lepas dari lisanku..
Berharap..dan terus ku berharap..
Allah segera mengijabah do’aku..
Kadang didalam angkot..
saat berjalan kaki..
atau didepan komputer..
terbesit do’a..
“Ya Allah Ya Tuhanku..janganlah Engkau membiarkanku sendiri..dan Engkaulah Waris yang paling baik..”

Kamis, 09 Desember 2010

do'a seorang hawa




Ya Allah yang menguasai hati..
seandainya telah Kau catatkan..
dia miliku tercipta untuk aku..
satukanlah hatinya dengan hatiku..
titipkanlah kebahagiaan antara kami..


Ya Allah.. Ya Tuhanku..
yang Maha Mengasihi..
Seiringkanlah kami melayari hidup ini..
ketepian cinta yang Engkau ridhai..

Tetapi Ya Allah..
seandainya telah engkau takdirkan..
dia bukan miliku..
bawalah ia jauh dari hidupku..
luputkanlah ia dari ingatanku..
dan peliharalah aku dari kekecewaan dan kehampaan..

dan Ya Allah..
yang Maha Mengerti…
berikanlah aku kekuatan..
melontar bayangannya jauh ke dada langit..
hilang bersama senja..
agarku bisa bahagia…
walaupun tanpa bersamanya..

Ya Allah yang maha memiliki cinta..
janganlah Engkau biarkan kusendiri
Gantikanlah yang telah hilang..
tumbuhkanlah kembali yang telah patah..
ku inginkan bahagia didunia dan akhirat


Ya Allah ya Tuhanku…
pasrahkanlah aku dengan takdirmu..
sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan..
adalah yang terbaik untukku..
kerana engkau Maha Mengetahui..
segala yang terbaik buat hamba Mu ini…

Ya Allah..
cukuplah Engkau saja
yang menjadi pemeliharaku..
dan memang cukup hanya Engkau..
tempat segala cinta dan asa bertaut..

Senin, 22 November 2010

Kapan engkau datang?


Assalammu’alaikum Wr. Wb….

Apakabar casuku?
Bagaimana keadaanmu sekarang ini? Aku berharap di manapun kau berada, kebahagiaan serta rahmatNya selalu menyertaimu.
Casuku, …
Di mana Engkau sekarang? Aku selalu setia menantimu, pun saat usiaku jelang duapuluh tahun. Setiap usai shalat aku berharap pada Yang Kuasa untuk mengakhiri penantianku ini. Setiap malam, aku selalu menanti pagi, akankah engkau segera datang menjumpai. Mengajakku meniti jalan ilahi untuk mengayuh hidup menguatkan tekad untuk terus menjalankan titahNya juga Sunnah RasulNya.
Wahai casuku, …
Apa yang beratkan langkahmu untuk menjumpaiku? Apa yang sedang kau lakukan sekarang ini? Mencari rupiah demi rupiah sebagai ongkos agar kita dapat mengayuh bahtera itu bersama? Berapa besar ongkos itu? Berapa jumlah rupiah yang akan engkau cari? Bahtera seperti apa yang ingin kau tumpangi? Ekonomi, standar, atau eksekutif?
Tak soal buatku, bahtera apa yang akan kita kayuh, toh yang penting untukku kita akan menjalani semua itu dengan keikhlasan yang amat sangat. Tak perlu risaukan berapa rupiah yang kau miliki saat ini. Berapapun jumlahnya, aku selalu akan menerimamu. Asal rupiah yang kau dapatkan bukan dari jalan tak kau ketahui dari mana asalnya.
Wahai casuku, …
Apa yang sedang kau lakukan hingga kau menunda untuk bertemu dengan ku? Apakah ada amanah lain yang harus kau tunaikan? Seberat apa amanah itu? Aku ingin mendampingimu. Menemanimu menunaikan amanah itu bersama-sama.
Casuku yang selalu ku nanti,…
Di mana kau sekarang? Apa yang kau lakukan saat ini? Aku selalu memudahkan langkahmu untuk mencapai cita-cita dan asa yang kau inginkan. Allah punya rencana untuk menunda mempertemukan kita sekarang ini karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk menghusung amanah yang jauh lebih berat. Ia ingin kita lebih matang merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinya.
Casuku,…
Siapapun yang Allah berikan untuk mendampingi hidupku, Aku akan selalu menantimu. Aku percaya Allah Yang Terkasih punya rencana yang terbaik untuk menyusun rencana hidupku juga hidupmu.
Casuku,…
Kapan engkau datang? Aku akan tetap setia menantimu.

Dari ku yang merindukanmu

Rabu, 15 September 2010

kegalauanku

Dalam kesendirian..

kian lama kurasakan kebenaran sebuah ungkapan lama..

betapa nilai seseorang begitu berharga, justru ketika dia tiada..

dan ketiadaanmu memberi petunjuk yang amat nyata..

betapa rapuh, jiwaku dalam ketiadaanmu..

dan betapa utuh,jiwaku saat kebersamaan denganmu..

sepi bicara..

betapa sempitnya waktu..

dan betapa begitu besarnya cinta..

jika saja, aku disuruh memilih..

aku tidak akan pernah memilih..

karena angin, akan selalu membawa cerita cinta kita..

hanya waktu..

yang bisa merenggutmu dariku..

aku tak bisa luluhkan hatimu..

dan aku tak bisa menunggu cinta mu..

Senin, 19 Juli 2010

The Ending

cerita ini mewakili kisahku pada suatu masa dimana ketika aku harus melepaskan seseorang yang begitu berarti dalam hidupku..

aku menatap keadaan ini dengan cemas..
keadaan ini tampak kelam dan gelap, keadaan ini berbeda dari biasanya..
tampak awan hitam bergulung mendekat dari kejauhan, diiringi guntur yang menggemuruh dan kilat yang seolah mengancam..
perasaan takut yang luar biasa menyelimuti hatiku..
aku berpaling, mencari kekasihku, berharap mendapatkan ketenangan darinya..
namun yang kudapat rasanya berbeda..dia seperti bukan kekasihku yang kukenal..
hatiku bagai teriris melihatnya, tetapi aku tetap mencoba tersenyum..

"sepertinya akan ada badai.." fikirku

aku menyembunyikan air mataku yang telah menggenang dan mulai menetes..
kegundahan ini tak dapat hilang, kegelisahan ini semakin menjadi-jadi..

firasat burukkah ini?

aku tidak tahu, aku tidak mau tahu, aku tidak berani mencari tahu..

"maaf..aku harus pergi..," tiba-tiba terdengar suara kekasihku..

suara itu terdengar lebih menakutkan dari guntur manapun, lebih menyakitkan dari badai apapun..
aku berpaling menatap hatinya dengan perasaan terluka, tak berani mempercayai pendengarannya..

"ada apa? apa yang terjadi? aku tidak mengerti,"

Diriku terus melayang jatuh, terlepas dari hembusan cintanya yang selama ini
menyertaiku, hingga hatiku ditelan derasnya air mata..
Aku menjerit, menangis, meratap, berusaha mengejar cintanya..
tetapi apa daya air mata kekecewaan yang menelan hatiku terlalu deras..
akhirnya aku hanya bisa berlutut di tepi batas, menangis tersedu-sedu..
air mataku mengalir deras, bercampur dengan air hujan yang turun dengan deras..
badai itu kini telah datang, tetapi aku tidak dapat mengalahkan badai yang sedang melanda hatiku..

"tak ada gunanya kau menangis!" terdengar sebuah suara dingin berkata..

Aku mendongak, menatap permukaan air yang gelap dan gelap..

"siapa kau?" ia bertanya..

"aku adalah masa lalu," suara itu menjawab dengan dingin, "dan kau harus menyerahkannya padaku."

"tidak! aku takkan pernah melakukannya!" balasku..

"tapi kau sudah melakukannya, kau telah melepaskannya, berarti kau menyerahkannya padaku," masa lalu berkata..

Aku kembali menunduk dan menangis, lebih pilu dari sebelumnya..
rasa sesak di hatiku tak kunjung mereda, malah semakin menjadi-jadi..
masa lalu memperhatikanku dengan tatapan pilu..
aku memberanikan diriku untuk mendongak menatap masa lalu, dan memohon
dengan suara bergetar "kumohon, masa lalu, kembalikanlah ia kepadaku!
aku.. aku tak dapat hidup tanpanya!"

masa lalu tersenyum dan berkata "tidak, temanku.. meskipun kau telah menyerahkan
kekasihmu padaku, tetapi dua saudaraku akan selalu bersamamu.. kau
tidak boleh terus-menerus memohon padaku, karena aku dan siapapun
takkan mampu mengabulkannya."

"saudaramu? siapa mereka?" aku bertanya..

"mereka bernama masa kini dan masa depan," masa lalu menjawab dengan lembut. "mereka akan membantumu memulihkan lukamu."

Aku menatap masa lalu, membisu..
hatiku masih terasa pedih, air mataku belum mengering, tetapi perlahan-lahan sorot mataku kembali bercahaya..

"menurutmu apakah aku mampu menemui dan berteman dengan kedua saudaramu? apakah
aku mampu berjalan bersama mereka? apakah aku mampu menghadapi mereka
dengan kepala tegak?" aku bertanya dengan ragu..

Masa lalu tersenyum sabar dan menjawab, "kau harus mampu! tetapi
berhati-hatilah.. kau harus terus berusaha, karena kedua saudaraku
tidak terlalu bisa bersabar.. mereka takkan menunggumu, karenanya
kaulah yang harus mengejar mereka.. kau tak boleh terus-terusan
mengingatku."

Aku menatap masa lalu dengan sedih, "aku tak ingin melupakanmu, masa lalu."
Masa lalu kembali tersenyum, "kau tak perlu melupakanku.. kenanglah aku
dengan indah sesekali, jangan biarkan kenangan itu mati dan
menghilang.. aku akan selalu ada di sana, di hatimu, di dalam dirimu,
bersama kekasihmu.. karenanya kau tak perlu merasa kesepian,
temanku."

aku mengusap air matanya perlahan, sembari tersenyum..
"kau benar," ujarku, berusaha tegar. "selamat tinggal, masa lalu!"
Akupun lalu berpaling, kembali berhembus perlahan, menghampiri masa kini dan masa depan yang sedang tersenyum memandangku..
sesekali ku berpaling, menatap masa lalu yang tersenyum sambil melambaikan tangan padanya..

"aku akan baik-baik saja!" seruku, masih dengan suara yang bergetar tapi
terdengar lebih mantap. "kau dengar aku, masa lalu? aku akan baik-baik
saja!"